Jalan Berliku Paling Extrem Di Dunia

Kelok Sembilan Indonesia

Jalan yang pertama kali dibangun oleh pemerinta Hindia-Belanda pada tahun 1932 dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung utama Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan yang letaknya berada diantara Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau ini, memiliki 9 kelokan ke kiri dan 9 kelokan kekanan, hal ini juga sekaligus menjadi inspirasi nama dari jalan ini yaitu Kelok 9.
Kelok 9 terkenal dengan jalurnya yang bisa terbilang Extrim namun di saat yang sama juga indah, belokan-belokan yang ada di jalur ini bisa dibilang akan membuat orang yang bernyali ciut  berfikir dua kali untuk melintasi jalur ini. Tapi di saat yang bersamaan keindahan alam yang ada di Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau pasti akan memanjakan para pecinta alan yang melintasi jalur ini. hal ini terbukti dengan wilayah kelok sembian yang selain merupakan jalur penghubung antar provinsi kini juga menjadi salah satu destinadi wisata favorit para pelancong yang tengah berkunjung ke wilayah itu. Pada tahun 2003 karena kepopuleranya Kelok mendapat tambahan pembangunan jalan dan sebuah jembatan dengan lebar 13,5 meter dan pelindung sisi setinggi 1 meter.

Furka Pass (Swiis)

Bagi para pecinta film seri James Bond pasti tak asing dengan jalur Extrem Furka Pass. Jalur yang membentang di ketinggian pegunungan Alpen Swiis ini pernah menjadi tempat pengambilan gambar untuk salah satu adegan iconik film James Bond : Goldfinger pada tahun 1964. Jalur ini sendiri berada di ketinggian 2.429 dan merupakan salah satu jalan paling tinggi yang ada di Eropa. Jalur Extren Furka Pass akan memberikan pengalaman berkendra yang tak terlupakan serta panorama lingkungan sekitarnya yang sangat indan namun juga sekligus mematikan. Lereng terjal di Furka Pass jelas bukan jalur yang bisa dilalu oleh para pengemudi yang masih pemula. Terlebih ketika malam hari jalur yang nyaris tanpa penerangan ini kelas akan membuat siapapun berfikir dua kali untuk melalui jalur Extrem ini di malam hari terutama pada saat musim salju.

Col du Chaussy Perancis

Col du Chaussy merupakan sebuah jalur pegunungan yang berada di ketinggian 1.533 meter. Jalur yang berada di Perancis ini selain di kenal karena jalurnya yang extrem juga di kenal sebagai salah satu jalur pegunugan terindah di dunia. Untuk mencapai puncak dari jalur yang memiliki panjang sekitar 3 KM ini, kita harus melewati 17 tikungan tajam yang bernama “lacets de Montvernier,” tak hanya itu saja orang yang mengemudikan kendaraanya di jalur ini juga akan di hadapkan dengan pemandangan vertikal dari tebing setingi 400 meter. Selain memiliki tikungan-tikungan yang tajam serta letak geografis yang menakutkan. Jalan ini juga tergolong sempit hingga tak bisa di lalui oleh dua kendaraan sekaligus, jadi jika seseorang berpapasan dengan orang lain dipastikan bahwa salah satunya harus ada yang mau mengalah.

Skippers Canyon Road (Selandia Baru)

Skippers Canyon Road merupakan sebuah jalur Extrem yang berjarak 25 menit dari kota Queenstown tepatnya pada tebing Aurum Recreation Reserve, New Zealand. Jalur yang bernama Skippers Canyon Road terletap pada sebuah tebing curam yang tepat di bawahnya terdapat sebuah sungai yang mengalir dengan cukup deras. Menurut sebuah survey yang pernah dilakukan untuk mengetahui tingkat ketakukan orang saat melewati jalur Extrem ini, 7 diantara 10 orang menyatakan bahwa, jalur pegunungan ini memiliki rute yang sangat berbahaya untuk dilalui, terlebih dengan tebing di sampingya yang sangat curam serta lebar jalan yang tak seberapa memmbuat jalur ini hanya bisa di lalui oleh yang memiliki kemampuan mengemudi yang cukup handal bahkan sebuah izin khusus untuk melewatinya. Jalan yang memiliki tikungan tajam tepat di tengah rute perjalanan ini tentu membutuhkan kesabaran serta konsentrasi extra saat melaluinya. Saking extremnya jalur ini, sebuah perusahaan mengemudi dari Inggris, “Driving Experience” memberi julukan pada jalur Skippers Canyon Road, sebagai “Jalur luar biasa menakutkan yang Indah

Halsema Highway Filipina

Haselma Highway, merupakan jalan raya tertinggi yang ada di negara Filipina. Jalan yang menghubungkan rute dari dua kota yaitu kota Baguio dan kota Bontoc ini memiliki jalur berliku dan terkenal akan menjadi sangat licin ketika hujan turun ini, terkesan tak terawat dan berbahaya. Jalur ini semakin berbahaya karena letaknya yang cupup terpecil dan sunyi membuat siapaun yang melintasi jalur ini akan berkir dua kali untuk bermain-main saat mengemudi di jalur ini mengingat sulitnya mencari bantuan di daerah ini. Dengan panjang yang mencapai 150mil, tikungan zigzag, jalan yang licin serta berbatu serta lokasinya yang berada di tempat terpencil, orang yang ingin melalui jalur ini harus membawa bensin extra, karena bisa gawat jika sampai kendaraan kehabisan di wilayah terpecil yang tak memiliki tempat pengisian bahan bakar ini. Selain itu karena letaknya yang berada di ketinggian 7.398 kali, jalur ini semakin Extrem dengan kabut yang sering turun di Halsema Highway.

Bayburt D915 Turki

Terletak di Provinsi Trabson, Turki, Jalur Bayburt atau yang lebih terkenal dengan sebutan jalan D915, merupakan sebuah jalur yang paling menantang didunia ini. Jalur ini jelas tak cocok bagi orang yang baru saja bisa mengemudi dan behati kecil. Jalur extrem yang berbatasan lansung dengan jurang sedalam ratusan meter ini sama sekali tak memiliki pagar pembatas jalan sama sekali ini pasti akan membuat jantung orang yang tak biasa melewatinya akan berdetak dengan kencang. Jalan Extrem D915 sendiri merupakan jalur penghubung antara Provinsi Trabzon dan kota Bayburt memiliki panjang mencapai 106 km dengan 29 tikungan tajam di tepi jurang. Jalur ini sendiri kondisinya tak begitu layak, karena hanya bagian awal dan akhir jalur yang di aspal, sedangkan sebagian besar jalur Extrem D915 masih berupa tanah dan kerikil, di beberapa area jalan ini juga memiliki lebar jalan yang tak memadai untuk di lalui dua kendaran secara bersamaan terutama bagi kendaraan yang berpapasan. Dengan letaknya yang berada di pegunungan dengan tiinggi mencapai 2.035 meter nacaman bahaya dari jalur D915 tak hanya terletak pada kecuraman jurang serta tikunganya yang tajam, melainkan juga dari salju dan tanah di pegunungan ini yang bisa longsor kapan saja saat musim dingin. Sangking berbahanya jalur D915 bahkan biasanya di tutup saat musim dingin untuk menghindari jatuhnya korban.

sumber:
http://www.anehdidunia.com/2016/05/jalan-paling-extrem-di-dunia.html

Daftar Pria-Pria Yang Pernah Kebiri Di Dunia

Beberapa bulan belakangan ini Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus pelecehan seksual, pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan sadis. Seperti kasus Yuyun yang tewas setelah diperkosa belasan pemuda di Bengkulu, kemudian muncul kembali kasus pemerkosaan yang dialami gadis Manado oleh 19 orang pria dan ini yang membuat Indonesia dianggap darurat moral adalah peristiwa kasus Eno Parinah yang diperkosa secara brutal dan dibunuh dengan cangkul yang ditendang masuk kedalam kemaluannya hingga tembus masuk kedalam paru-paru!

Negeri ini menangis, para orang tua cemas dan anak-anak gadis merasa tak pernah aman beraktivitas lantaran rentetan kasus yang menghantui. Semua anak seakan rawan menjadi korban, segala macam celah seperti mudah diincar para pelaku kejahatan hingga beberapa masyarakat mendesak pimpinan untuk memberlakukan hukuman mati kepada para terdakwa. Atau jika tidak demikian, minimal mereka yang berani berbuat kurang ajar diberikan hukuman kebiri yang berarti alat vital mereka dipotong atau dihilangkan! Dan jauh sebelum wacana ini digodog pemerintah Indonesia, praktek pengebirian telah dilakukan sejak zaman dahulu. Dan berikut adalah daftar pria-pria yang pernah dikebiri.

Cai Lun

Cai Lun adalah seorang pria yang bekerja di istana untuk Kaisar He saat zaman DInasti Han ( 79-106 M) di Cina. Cai Lun sendiri dicatat dalam sejarah Cina adalah seorang yang sangat loyal dan telah dipilih oleh kaisar sebagai salah satu yang harus mengabdi pada kerajan sejak masih sangat muda. Pada sistem kerajaan Cina zaman dahulu kala, Kaisar banyak sekali menggunakan pria kasim (sebutan bagi pria yang telah dikebiri)untuk bekerja di istananya. Entah apa dibalik alasan tersebut namun yang jelas praktek pengebirian pada saat itu bukanlah suatu tindakan yang dilakukan untuk menghukum seseorang melainkan sudah menjadi bagian dari tradisi dengan kata lain sangat wajar. Cai Lun sendiri adalah orang yang mempopulerkan penggunaan kertas di zaman dahulu setelah sebelumnya Kaisar seringkali menulis di atas kain sutra dan atau irisan bambu.

Narses

Sepertinya bukan saja di Kekaisaran Cina yang meilbatkan kasim untuk bekerja di istananya. Seorang pria bernama Narses diketahui adalah seorang pengurus rumah tangga raja tepatnya adalah di Istana Bizantium pada masa kepemimpinan Kaisar Justinius. Narses diketahui merupakan seorang kasim yang banyak berjasa pada keamanan kerajaan Bizantium. Salah satunya adalah setelah ia ditunjuk menjadi panglima perang saat Kaisar Justinius ingin menguasai kembali wilayah Roma, Italia dan berhasil membawa kemenangan bagi sang Kaisar. Tidak ada sejarah pasti yang menjelaskan penyebab Narses dikebiri, entah karena tradisi atau keinginan sendiri namun yang pasti Narses adalah salah satu pengurus rumah tangga biasa kerajaan yang akhirnya berhasil menjadi seorang jenderal perang!

Alessandro Moreschi

Pria ini dikenal sebagai penyanyi bersuara emas yang memulai karirnya saat usianya masih sangat belia. Dibalik suara merdunya, Alessandro Moreschi diketahui adalah seorang kasim atau dengan kata lain pernah melaksanakan praktek kebiri. Terdapat dua versi alasan dibalik pengebirian dirinya ini, yang pertama adalah dugaan bahwa Alessandro Moreschi terlahir dengan penyakit hernia yang artinya salah satu metode penyembuhan zaman itu ialah dengan cara mengebiri alat vitalnya. Alasan kedua adalah bahwa praktek kebiri dilakukan Alessandro Moreschi jauh sebelum ia masuk fase pubertas. Praktek kebiri ini dipercaya untuk menciptakan suara yang merdu sehingga bisa dibentuk menjadi penyanyi. Konon diberitakan bahwa Alessandro Moreschi adalah orang terakhir yang dikebiri demi tradisi pada zaman itu.

Laksamana Zheng He

Setelah Cai Lun ternyata masih ada satu lagi pria dari Cina yang pernah melakukan praktek kebiri. Dia adalah Laksamana Zheng He yang tak lain adalah Laksamana Cheng Ho, seorang kasim dari Cina yang bertugas menjaga selir-selir kaisar dan sering melakukan ekspedisi ke Asia dan Afrika serta pernah mendarat di Pulau Jawa. Pada zaman dahulu kekaisaran Cina memang melakukan tradisi kebiri kepada pemuda-pemuda yang terpilih untuk menjadi penjaga selir, pengawal maupun abdi kerajaan. Tak ada alasan untuk menolak karena hal ini merupakan keputusan Kaisar. Dibalik agama atau kepercayaan yang dipeluk oleh Laksamana Zheng He, faktanya sejarah pernah mencatat dia sebagai salah satu pengurus kerajaan yang pernah dikebiri!

Thomas Boston Corbett

Jika di daftar pria-pria sebelumnya praktek kebiri dilakukan oleh orang lain atas nama tradisi, lain halnya dengan Thomas Corbett yang diketahui mengebiri dirinya sendiri! Thomas Corbett adalah seorang petugas yang berhasil membunuh si pembunuh Presiden Lincoln Yaitu John Wilkes Booth. Kisah aneh yang tersiar pada saat itu, adalah ia memilih untuk memotong alat vitalnya untuk menghindarkan dirinya dari godaan wanita lain yang menurutnya adalah suatu pengkhianatan. Setelah mengebiri dirinya sendiri, Thomas Corbett memutuskan untuk pergi ke dokter untuk mengobati luka-luka pada kemaluannya yang telah hilang!

sumber referensi:
http://www.anehdidunia.com/2016/05/daftar-pria-pria-yang-pernah-kebiri-di-dunia.html

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuhan Massal

Segala kemajuan dan perkembangan Manusia di muka Bumi ini, terlahir dari hasil pemikiran para Ilmuan yang dengan hasil penemuanya telah mendorong peradaban umat Manusia bisa semaju sekarang, baik itu di bidang teknologi, medis maupun pertanian. Para Ilmuan baik yang ada di masa kini maupun yang ada di masa lalu selalu berusaha melahirkan penemuan baru bagi kebaikan Manusia maupun Bumi. Namun sayangnya diantara segala temuan yang pernah di temukan oleh para Ilmuan ini, beberapa diantaranya justru menjadi 180 derajat berbeda dengan tujuan awal mereka yang cita-citakan demi kebaikan umat manusia.

Salah satu contohnya adalah dengan hasil penemuan dari pakar Astronomi von Braun, yang menciptakan roket Nazi V2. Braun awalnya merancang roket ciptaanya ini agar bisa digunakan untuk mengantar manusia ke luar angkasa, namun sayangnya hasil temuan roket itu justru di gunakan oleh Nazi sebagai sarana mengangkut bom yang akhirnya membunuh 7.250 orang tentara. Tak hanya itu saja untuk membangun roket V2 ini Nazi mengerahkan 20.000 budak, yang banyak diantaranya akhirnya ikut tewas. Selain hasil temuan dari von Braun, ternyata masih ada beberapa hasil temuan dari para ilmuan yang justru menjadi sarana pembunuh massal yang sangat berbahaya.

Thomas Midgley

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Nama Thomas Midgley mungkin masih terdengar awam di telinga kalian, tapi bagaimana dengan Freon? kalian pasti setidaknya pernah mendengar kata itu sekali dalam hidup kalian bukan? Freon merupakan senyawa yang di gunakan sebagai bahan pendingin bagi kulkas pada tempo dulu. Dan senyawa ini merupakan hasil dari buah pemikiran dari Thomas Midgley, yang pada masa itu sebenarnya menciptakan senyawa freon untuk tujuan yang baik. Hal ini di lakukan Midgley untuk mengganti bahan pendingin kulkas yang selama era 1800-1929, masih menggunakan gas beracun amonia. Akibat hal ini pada masa itu terjadi banyak kasus mengerikan akibat kebocoran gas pendingin kulkas ini yang tak jarang bahkan merenggut nyawa seseorang.
Setelah menghabiskan beberapa waktu, Midgley akhirnya berhasil mengembangkan sebuah senyawa bernama “Cholofluorocarbons” (CFC) atau yang lebih di kenal dengan nama Freon. Senyawa ini terbukti berhasil menjadi pengganti bagi gas amonia untuk mendinginkan kulkas dan segera menjadi pilihan utama bagi banyak orang maupun industri. Namun sayangnya belakangan di ketahui bila gas buangan dari freon yang bercampur dengan udara akan menghancurkan lapisan ozon yang melindungi Bumi dan memicu percepatan pemanasan global. Meskipun sekarang penggunaan senyawa freon sudah dilarang, tapi nama Thomas Midgley sudah terlanjur di kenang sebagai orang paling bertanggung jawab atas kerusakan atmosfer sekaligus semakin mendekatkan umat mausia pada akhir dunia.

Joseph Wilbrand

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Saat ini siapa yang tak kenal dengan sebuah zat kimia yang bernama TNT. Karena kepopuleranya hampir semua orang pernah mendengar ataupun melihat ilustrasi zat kimia ini baik itu dari berita, Film, Serial tv bahkan di acara Kartun anak-anakpun kita bisa memihat Zat yang sebenarnya bernama Trinitrotoluene ini. Zat kimia ini kini di kenal sebagai salah satu bahan peledak paling populer yang di gunakan baik untuk militer maupun pertambangan. TNT menjadi sangat populer karena alasan yang sederhana, karena meskipun bom ini memiliki daya ledak yang cukup kuat tapi cara pembuatanya cukup aman dan mudah di lakukan oleh semua orang.
Yang banyak orang belum tahu adalah bahwa Zat Kimia yang di temukan oleh Joseph Wilbrandseorang ahli kimia asal negara Jerman ini awalnya tak ditujukan sebahai bahan baku bom, melainkan hanya untuk bahan pewarna sintetis warna kuning. Namun semua itu berubah ketika 20 tahun kemudia TNT diketahui memiliki daya ledak tinggi. Sampai pada akhirnya pada tahun 1902 TNT sepenuhnya beralih fungsi dari bahan pewarna sintetis menjadi bahan baku bom yang banyak di gunakan pada perang dunia ke I dan ke II. Akibat penemuan ini mungkin kini sudah tak terhitung berapa banyak nyawa yang melayang akibat ledakan TNT sesuatu yang mungkin bahkan tak pernah di bayangkan oleh Joseph Wilbrand saat awal menciptakan Zat Kimia ini.

Dr. Gerhard Schrader

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Selama ini telah banyak sekali Ilmuan yang berusaha menemukan sebuah cara untuk mengahkiri kelaparan yang ada di dunia, salah satu diantaranya adalah Dr. Gerhard Schrader seorang pakar kimia yang berasal dari Jeman. Pada tahun 1938 Dr. Schrader yang bermaksud ingin mencegah gagal panen pada tanaman pangan yang banyak terjadi pada masa itu akibat serangan serangga, berusaha membuat semacam Insectisida atau obat serangga untu menanggulangi masalah ini. Namun setelah menghabiskan beberapa waktu untuk meneliti ternyata yang berhasil ditemukan oleh Dr. Gerhard Schrader justru adalah sebuah gas yang bernama “Sarin“. Sebuah Zat kimia yang mampu melumpuhkan saraf dan saat ini sudah dimasukan dalam katagori sebagai senjata pemusnah masal oleh PBB.
Sebagai perbandingan, gas sarin puluhan kali lebih beracun dari sianida, cara kerja gas ini adalah dengan menyerang sistem saraf manusia dan membuat siapaun yang menghirupnya mengalami kesulitan bernafas sampai akhirnya tewas akibat kegagalan fungsi pada seluruh organ tubuhnya. Dan salah satu contoh tentang betapa mematikanya gas Sarin, adalah serangan yang dilakukan oleh anggota teroris dari sekte Aum Shinrikyo yang terjadi di Jepang pada tanggal 20 Maret 1995. Akibat gas Sarin yang di lepaskan oleh anggota sekte teroris ini pada sebuah stasiun kereta bawah tanah yang ada di kota Tokyo pada jam padat kala itu, tercatat 12 orang meninggal dunia, sementara 50 orang mengalami luka parah, dan lebih dari 1000 orang mengalami gangguan mata, akibat menghirup udara yang tercampur dengan racun berbahaya dari gas Sarin.

Fritz Haber

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Siapa sangka jika seorang Ilmuan yang pernah meraih penghargan Nobel, ternyata salah satu hasil temuanya juga menjadi sarana pembunuhan massal. Hal tak mengenakan itu tepatnya terjadi pada seorang ahli kimia asal Jerman yaitu Fritz Haber. Nyaris sama denga kasus dari Dr. Schrader dengan penemuan gas Sarin. Fritz Haber awalnya hanya ingin menciptakan sebuah Insektisida untuk menanggulangi masalah hama pada tanaman pangan. Namun yang terjadi sungguh jauh berbeda dengan apa yang direncanakan oleh Fritz pada awal mula menciptakan ramuan untuk penemuanya yaitu , Zykol B, yang pada akhirnya justru menjadi sarana bagi pembantaian masal lebih dari 1,2 juta orang yang dilakukan oleh tentara Nazi.
Selama perang dunia berlangsung Zyklon B merupakan zat kimia yang paling digunakan oleh tentara Nazi sebagai media untuk mengeksekusi tawananya, Zat ini dinilai sangat efektif karena selain bisa digunakan untuk mengeksekusi perorangan juga bisa digunakan untuk mengeksekusi ratusan orang sekaligus yang ada dalam sebuah kamp konsentrasi. Salah satu contoh eksekusi massal yang menggunakan Zyklon B terjadi pada 3 September 1941. Ketika itu sekitar 600 tahana perang Uni Soviet dan 250 orang Polandia yang tengah sakit dikumpulkan dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat kemidian melalui pipa-pipa yang ada di dinding gas Zyklon secara perlahan mulai di alirkan kedalam ruangan. Dengan keadaan yang lembab pada ruangan tersebut gas Zyklon B akan menjadi basah, kemudian mulai menghasilkan sianida yang secara perlahan membunuh semua orang yang terkunci di ruangan itu. Para korban yang menghirup gas beracun ini akan mati dalam waktu 20 menit setelah sebelumnya meronta-ronta akibat racun yang menghambat sistem pernafasan mereka.

Anton Kollisch

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Anton Kollisch merupakan seorang Ilmuan kelahiran 1888 yang mememukan Methylenedioxy Methamphetamine, atau yang sekarang lebih di kenal sebagai ekstasi. Ya kalian tak salah dengar ini benar-benar ekstasi yang merupakan salah satu jenis narkoba itu dan Anton Kollisch merupakan ilmuan yang telah menemukan formula dari bahan dasar pil yang sering di sebut sebagai obat penawar kesedihan oleh para pecandu narkoba di dunia. Namun saat awal mula pembuatan formula untuk Methylenedioxy Methamphetamine, Ilmuan yang lagi-lagi berasal dari Jerman ini tak pernah berfikir untuk membuat sebuah narkoba jenis baru. Anton Kollisch hanya ingin membuat sebuah obat baru untuk mengatasi pendarahan dan Ia pun akhirya menyelesaikan penelitianya dan mendapatkan hak paten atas Methylenedioxy Methamphetamine pada tahun 1914.

Semuanya masih berjalan normal pada awalnya hingga pada dekade 1970-1980 Methylenedioxy Methamphetamine mulai di gunakan dengan cara yang jauh berbeda dari pemikiran Anton Kollisch dan mulai berganti nama menjadi ekstasi. Menariknya hal ini terjadi jauh setelah kematian Anton Kollisch yang terjadi pada tahun 1916. Malang bagi Anton Kollisch karena berpuluh-puluh tahun setelah kematianya ramuan Methylenedioxy Methamphetamine yang awalnya dia ciptakan untuk kebaikan justru disalah gunakan sebagai salah satu zat yang tercatat telah membunuh banyak manusia. Di Inggris saat ini saja tercatat setidaknnya 50 orang mati akibat ekstasi setiap tahunya, dan belum lagi di negara-negara lainya yang mungkin jumlahnya tak terhitung.

J. Robert Oppenheimer

Para Ilmuan Yang Temuannya Justru Jadi Sarana Pembunuh Massal

Selama masa Perang Dunia ke-2, Julius Robert Oppenheimer seorang Fisikawan Amerika menerima tawaran untuk mengetuai sebuah tim yang bekerja di sebuah laboratorium yang ada di wilayah Los alamos. Sebuah Labratorium yang kini di kenal sebagai sebagai tempat pertama kalinya bom atom diciptakan. Oppenheimer bersedia bergabung untuk mengetuai tim Ilmuan ini didasari oleh ketidak inginanya jika sampai Nazi terlebih dulu bisa menemukan bom Nuklir yang tentu bisa sangat berbahaya bagi dunia. Dan hasilnya pun memuaskan, bersama dengan 3000 anggota timnya. Pada 16 Juni 1945 Oppenheimer akhirnya berhasil melakukan uji coba bom nuklir pertama didunia yang diberi nama Triniti di sebuah kawasan yang bernama Alamagordo.

Namun keberhasilan penemuan ini kedepanya justru menyisakan penyesalan yang sangat mendalam bagi Oppenheimer, hal ini disebabkan karena pihak sekutu, khusuhnya Amerika menggunakan bom hasil temuan dari Oppenheimer dan timnya untuk membumihanguskan Hirosima dan Nagasaki di Jepang. Akibat serangan bom ini ratusan jiwa melayang dan ribuan lainya terkena dampak radiasi nuklir sebelum akhirnya tewas secara perlahan dan mengenaskan. Setelah melihat dampak dari bom atom yang di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki tersebut Oppenheimer mengutip sebuah kalimat kitab Bhagavad-Gita, yang berbunyi : “Now I Am Become Death, The Destroyer of Words” Yang jika di artikan dalam bahasa Indonesia berarti : “Sekarang Aku telah berubah menjadi kematian, sang penghancur dunia”